KembaliInformasi legal
KembaliInformasi legal

Ketentuan penggunaan Basis Data Maxim untuk Perusahaan Transportasi


Ketentuan penggunaan Basis Data Maxim untuk Perusahaan Transportasi

(revisi 29 November 2019)


1. Istilah dan definisi

1.1. Basis Data – struktur yang terorganisir, yang merupakan sekumpulan bahan, teknis, perangkat lunak dan perangkat keras, serta metode dan algoritma (kode program), yang menyediakan interaksi elemen Basis Data, dan ditujukan untuk sistematisasi, penyimpanan, pemrosesan, transformasi bahan sesuai dengan algoritma Basis Data. Akses ke materi Basis Data dan dapat diperoleh melalui aplikasi seluler resmi.

1.2. Perusahaan Transportasi – entitas yang telah menandatangani dan menerima kesepakatan sublisensi sebagai hak untuk menggunakan Basis Data.

1.3. Pengguna - seorang karyawan, rekanan atau mitra dari Perusahaan Transportasi, atau pihak lain kepada siapa perusahaan Transportasi memberikan akses ke Basis Data berdasarkan perjanjian sublisensi.

1.4. Layanan Maxim – badan hukum yang memberikan hak kepada Perusahaan Transportasi untuk menggunakan Basis Data berdasarkan kesepakatan sublisensi, serta hak untuk menggunakan aplikasi seluler resmi, yang diperlukan untuk mengakses Basis data.

1.5. Aplikasi seluler resmi (selanjutnya - Aplikasi seluler) – program yang disediakan oleh Layanan Maxim kepada Perusahaan Transportasi, yang dirancang untuk menyediakan akses jarak jauh ke Basis Data Perusahaan Transportasi. Prosedur untuk menggunakan aplikasi seluler diatur oleh kesepakatan terpisah dari Para Pihak.

1.6. Order – informasi dalam Basis Data tentang kebutuhan untuk kinerja jenis pekerjaan tertentu (penyediaan jenis layanan tertentu), yang tergantung pada jenis order, parameter tertentu yang ditentukan dalam Peraturan ini.

1.7. Biaya order – jumlah dana, yang harus dibayar Perusahaan Transportasi sesuai dengan Order.

1.8. Pelanggan — perorangan, yang menyelenggarakan jasa order melalui bantuan Layanan Maxim.


2. Ketentuan umum

2.1. Dokumen ini menjelaskan tentang kondisi dan prosedur untuk memberikan akses kepada Perusahaan Transportasi ke Basis Data dan merupakan bagian integral dari perjanjian sublisensi yang disepakati antara Perusahaan Transportasi dan Layanan Maxim.

2.2. Pengumpulan, penyimpanan, sistematisasi informasi, pembentukan Basis Data, serta hubungan hukum antara Perusahaan Transportasi dan Layanan Maxim untuk penyediaan akses ke Basis Data diatur oleh ketentuan dan aturan yang bersifat wajib sesuai dengan hukum dan peraturan perundangan di Republik Indonesia.

2.3. Informasi yang ditempatkan dalam Basis Data merupakan akses bersama dan didistribusikan secara bebas. Informasi ini juga bukan merupakan informasi yang dibatasi atau dilarang pendistribusiannya oleh peraturan perundangan di Republik Indonesia.

2.4. Perusahaan Transportasi dapat menggunakan informasi yang aksesnya telah diberikan sesuai dengan kebijakan yang telah diatur.

2.5. Basis Data memberikan Perusahaan Transportasi kemungkinan untuk menerima akses untuk materi-materi berikut:

2.5.1. Informasi yang relevan tentang permintaan untuk transportasi penumpang dan barang;

2.5.2. Informasi yang relevan tentang permintaan untuk transportasi (pengiriman) kargo (barang);

2.5.3. Informasi yang relevan tentang permintaan untuk pelaksanaan pekerjaan bongkar-muat.

2.6. Materi dari Basis Data tentang informasi kebutuhan yang ada untuk transportasi penumpang dan barang berisi informasi tentang penyediaan kendaraan yang ditujukan untuk transportasi penumpang dan bagasi, serta informasi tentang waktu dan tempat pengiriman kendaraan, kategori kendaraan, rute transportasi, informasi tentang penumpang, biaya order dan informasi lainnya, yang ditentukan oleh Layanan Maxim.

2.7. Materi dari Basis Data tentang informasi kebutuhan yang ada untuk transportasi (pengiriman) kargo (barang) berisi informasi tentang waktu dan tempat penerimaan kargo (barang), karakteristik kargo (barang), persyaratan kendaraan untuk pengangkutan kargo (barang), serta informasi tentang rute transportasi, titik pengiriman, informasi tentang narahubung, biaya order dan informasi lainnya, yang ditentukan oleh Layanan Maxim.

2.8. Materi dari Basis Data tentang informasi kebutuhan yang ada untuk pelaksanaan pekerjaan bongkar-muat memuat informasi tentang waktu dan tempat pengiriman penggerak, karakteristik muatan, biaya operasi pemuatan dan pembongkaran dan informasi lainnya, yang ditentukan oleh Layanan Maxim.


3. Perubahan dalam Peraturan ini

3.1. Perubahan dalam Ketentuan ini dilakukan oleh Layanan Maxim secara sepihak dengan mengirimkan perubahan yang sesuai di situs https://id.taximaxim.com dan Perusahaan Transportasi diwajibkan untuk mengunjungi situs ini setiap dua hari. Perubahan ini mulai berlaku setelah 7 hari kalender sejak tanggal publikasi mereka di situs dan pada saat itu dianggap bahwa Perusahaan Transportasi telah diberitahu. Penggunaan Basis Data setelah berlakunya amandemen ini menyiratkan persetujuan dari Perusahaan Transportasi untuk amandemen ini.

3.2. Setiap perubahan dalam Ketentuan ini sejak tanggal ditetapkannya, berlaku untuk semua pihak yang menggunakan Basis Data, termasuk mereka yang mulai menggunakan Basis data lebih awal dari tanggal perubahan berlaku. Apabila terjadi perselisihan dengan perubahan yang ada, Perusahaan Transportasi harus berhenti menggunakan Basis Data dan memberitahukan Layanan Maxim.


4. Hak dan Kewajiban Para Pihak

4.1. Layanan Maxim memiliki hak:

4.1.1. meminta Perusahaan Transportasi untuk melaksanakan ketentuan sesuai dengan Ketentuan;

4.1.2. menangguhkan atau menghentikan akses Perusahaan Transportasi ke Basis Data sesuai dengan prosedur dan ditentukan dalam Ketentuan ini;

4.1.3. melalukan perubahan dalam Peraturan ini;

4.1.4. merekam percakapan telepon dengan Perusahaan Transportasi, untuk pengendalian internal atas kualitas akses ke Basis Data dan kualitas layanan untuk memastikan akses tersebut;

4.1.5. melakukan pemeliharaan rutin dan modifikasi fungsional dari Basis Data. Selama periode pemeliharaan ini, akses ke Basis Data dapat ditangguhkan sampai dengan selesainya pekerjaan tersebut;

4.1.6. mengambil tindakan lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada penyediaan dan pemeliharaan akses ke Basis Data. Tindakan di atas tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan Republik Indonesia;

4.2. Layanan Maxim berkewajiban:

4.2.1. memberikan Perusahaan Transportasi akses ke Basis Data dan memastikan kinerja dan fungsi Basis Data, serta kesinambungan akses ke Basis Data oleh Perusahaan Transportasi, kecuali untuk kasus pemeliharaan terjadwal dan perubahan dalam pengoperasian Basis Data, seperti malfungsi teknis;

4.2.2. tepat waktu dalam mendeteksi dan mencegah upaya yang tidak sesuai prosedur terhadap informasi yang diberikan kepada Perusahaan Transportasi, dan/atau memberikan kepada orang lain yang tidak memiliki hubungan secara hukum dengan para pihak;

4.2.3. tidak mengubah atau mengganti informasi tentang Perusahaan Transportasi tanpa persetujuannya.

4.3. Perusahaan Transportasi memiliki hak:

4.3.1. meminta Layanan Maxim untuk menyediakan akses ke Basis Data dengan kualitas yang baik berdasarkan ketentuan dari Ketentuan ini, termasuk layanan teknis dan konsultasi.

4.4. Perusahaan Transportasi berkewajiban:

4.4.1. memenuhi Order yang diterima sesuai dengan ketentuannya;

4.4.2. membayar biaya layanan yang disediakan untuk Basis Data dalam jumlah yang ditetapkan dalam Peraturan ini;

4.4.3. Apabila Layanan Maxim melakukan pembayaran apa pun yang menguntungkan Pelanggan karena kualitas kurang baik dari Perusahaan Transportasi dalam hal penyediaan (karyawan dan/atau kontraktor Perusahaan Transportasi), Penerima lisensi harus memberikan kompensasi kepada Layanan Maxim sehubungan dengan kejadian ini. Jumlah kompensasi dianggap terutang oleh Perusahaan Transportasi ke Layanan Maxim dan ditangguhkan setiap bulan oleh Layanan Maxim dari pendapatan Perusahaan Transportasi sampai hutang dilunasi sepenuhnya. Kualitas layanan yang tidak memadai yang diberikan oleh Perusahaan Transportasi dikonfirmasi oleh hasil inspeksi yang dilakukan oleh karyawan Layanan Maxim berdasarkan hasil dari permintaan Pelanggan, yang hasilnya akan dicatat dalam perangkat lunak dan kompleks perangkat keras dari Layanan Maxim.

4.4.4. apabila ada perubahan kredensial yang diberikan kepada Layanan Maxim saat disetujuinya perjanjian sublisensi, serta terjadinya keadaan yang membuat tidak mungkinnya pelaksanaan Order, Layanan Maxim harus segera diberitahukan.


5. Prosedur untuk menentukan biaya Order

5.1. Biaya Order ditentukan oleh Perusahaan Transportasi.

5.2. Perusahaan Transportasi mengirimkan data kepada Layanan Maxim tentang tarif yang diterapkan, Layanan Maxim menghitung biaya Order berdasarkan data yang diberikan kepada Perusahaan Transportasi dengan mempertimbangkan setiap parameter dari Order secara spesifik.


6. Jumlah imbalan untuk Layanan Maxim dan prosedur pembayarannya

6.1. Jumlah remunerasi Layanan Maxim dalam hal penyediaan akses ke Basis Data ditentukan dalam bentuk pengurangan persentase dari pemasukan (pendapatan) Pengguna.

6.2. Jumlah remunerasi untuk masing-masing Pesanan individual dijelaskan di dalam informasi tentang Order yang diterima oleh Perusahaan Transportasi untuk dilakukan nantinya, dalam aplikasi seluler resmi dan/atau paket perangkat lunak AIST, kecuali dinyatakan lain dalam perjanjian lisensi antara Layanan Maxim dan Perusahaan Transportasi.

6.3. Jumlah imbalan dapat dikurangi oleh Layanan Maxim dalam periode promo. Dalam hal ini, pengurangan jumlah imbalan merupakan diskon yang diberikan oleh Layanan Maxim. Jumlah diskon juga menjadi dasar untuk mendapatkan promosi yang ada.

6.4. Jumlah remunerasi Layanan Maxim dapat diubah secara sepihak oleh Layanan Maxim. Perusahaan Transportasi akan diberitahukan mengenai perubahan dalam remunerasi Layanan Maxim melalui aplikasi seluler resmi dan/atau paket perangkat lunak AIST, kecuali dinyatakan di dalam perjanjian lisensi lainnya antara Layanan Maxim dan Perusahaan Transportasi.

6.5. Periode pelaporan untuk menghitung jumlah aktual remunerasi Layanan Maxim adalah 1 (satu) bulan kalender.


7. Peraturan Perhitungan dan Pembayaran Imbalan Layanan Maxim

7.1. Periode pelaporan dalam rangka Perjanjian ini adalah 1 (satu) bulan kalender.

7.2. Dalam kurun waktu periode pelaporan, Pengguna mendanai Akun Pribadi sesuai aturan yang ditetapkan dalam Peraturan penggunaan Basis Data Layanan Maxim, yang dicantumkan di situs web Layanan Maxim dengan alamat https://id.taximaxim.com/en/term/regulations/. Peraturan penggunaan Basis Data Layanan Maxim berlaku untuk Pengguna hanya pada bagian yang mengatur penggunaan Akun Pribadi. Pendanaan Akun Pribadi oleh Pengguna dan/atau pemenuhan Order dianggap sebagai persetujuan terhadap Peraturan penggunaan Basis Data Layanan Maxim.

7.3. Bertindak selaku Agen Perusahaan Transportasi, Layanan Maxim akan mengkreditkan dari Akun Pribadi Pengguna, saat order dipenuhi oleh mereka, sejumlah imbalan Perusahaan Transportasi atas akses ke Basis Data yang diberikan kepada para Pengguna sesuai dengan perjanjian sublisensi yang dibuat di antara kedua belah pihak. Jumlah ini adalah pendapatan milik Perusahaan Transportasi.

7.4. Selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak tanggal berakhirnya periode pelaporan, Layanan Maxim akan membuat perhitungan pendapatan Perusahaan Transportasi dan jumlah imbalan lisensi yang sesuai, yang harus dibayarkan oleh Perusahaan Transportasi kepada Layanan Maxim selama periode pelaporan. Perhitungan ini diberikan kepada Perusahaan Transportasi melalui AIST. Apabila tidak ada keberatan dari pihak Perusahaan Transportasi atas perhitungan Layanan Maxim (Pasal 7.7 Peraturan ini), Layanan Maxim akan menarik dari pendapatan Perusahaan Transportasi imbalan lisensi mereka sendiri, dan mengirimkan sisa jumlah pendapatan kepada Perusahaan Transportasi ke akun Perusahaan Transportasi sebagai bentuk pemenuhan kewajiban agen.

7.5. LAYANAN MAXIM BERTINDAK SELAKU AGEN YANG MENGAMBIL TINDAKAN ATAS NAMA PERUSAHAAN TRANSPORTASI, HANYA DALAM BAGIAN PENARIKAN PENDAPATAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI DARI AKUN PRIBADI PENGGUNA DAN TRANSFER KE AKUN PERUSAHAAN TRANSPORTASI. LAYANAN MAXIM TIDAK MENERIMA HAK MAUPUN KEWAJIBAN APA PUN MILIK PERUSAHAAN TRANSPORTASI. PENDAPATAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI BUKAN MERUPAKAN DAN TIDAK DAPAT MENJADI PENDAPATAN LAYANAN MAXIM, YANG MANA MENYEBABKAN LAYANAN MAXIM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DALAM KAITANNYA DENGAN PEMOTONGAN DAN PENARIKAN KEWAJIBAN APA PUN MILIK PERUSAHAAN TRANSPORTASI, SEBAGAIMANA YANG DITERANGKAN DALAM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TERKAIT PENGHASILAN, KEUNTUNGAN, DAN PENDAPATAN KEUANGAN LAIN YANG SEJENIS, YANG DIHASILKAN OLEH BADAN HUKUM, TERMASUK, NAMUN TIDAK TERBATAS PADA, KEWAJIBAN PAJAK.

7.6. Dalam memenuhi kewajiban agen, Layanan Maxim berhak untuk menarik dari pendapatan Perusahaan Transportasi sejumlah kompensasi atas biaya pengeluaran, yang ditimbulkan oleh Layanan Maxim pada saat penarikan pendapatan Perusahaan Transportasi dari Akun Pribadi Pengguna dan pengirimannya ke akun milik Perusahaan Transportasi, tetapi tidak lebih dari 5% dari jumlah yang ditarik dan ditransfer untuk setiap periode pelaporan.

7.7. Apabila terjadi ketidaksepakatan Perusahaan Transportasi dengan perhitungan Layanan Maxim yang dibuat sesuai dengan Pasal 74 Perjanjian berikut, Perusahaan Transportasi dalam kurun waktu 3 (tiga) hari kerja sejak penerimaan, wajib mengirimkan kepada Layanan Maxim keberatan tertulis dalam bentuk surat, yang setelahnya Pihak-Pihak akan bersama-sama meninjau setiap poin dari keberatan tersebut, dan dalam hal pengakuan Layanan Maxim atas keberatan tertulis yang dilayangkan oleh Perusahaan Transportasi, dalam jangka waktu yang ditentukan, perhitungan akan dianggap berterima oleh Perusahaan Transportasi tanpa adanya keberatan.


8. Tanggung jawab Para Pihak

8.1. Tanggung jawab Layanan Maxim:

8.1.1. Layanan Maxim bertanggung jawab atas pemenuhan kewajibannya sesuai dengan hukum dan peraturan perundangan Republik Indonesia.

8.1.2. Layanan Maxim tidak bertanggung jawab secara penuh atau sebagian tentang penangguhan akses Perusahaan Transportasi ke Basis Data terkait dengan penggantian peralatan, perangkat lunak atau pemeliharaan lainnya yang disebabkan oleh pengembangan sarana teknis untuk mempertahankan efisiensi Layanan Maxim;

8.1.3. Layanan Maxim tidak bertanggung jawab atas gangguan dalam penyediaan akses Perusahaan Transportasi ke Basis Data apabila terjadi kegagalan dalam perangkat lunak atau keras yang tidak dimiliki oleh Layanan Maxim;

8.1.4. Layanan Maxim tidak bertanggung jawab atas kerugian Perusahaan Transportasi yang disebabkan oleh pihak ketiga sehubungan dengan penggunaan Basis Data.

8.2. Tanggung jawab Perusahaan Transportasi:

8.2.1. Perusahaan Transportasi bertanggung jawab atas pemenuhan kewajibannya sesuai dengan hukum dan peraturan perundangan Republik Indonesia.

8.2.2. Perusahaan Transportasi sepenuhnya bertanggung jawab kepada pihak yang mengajukan Pesanan untuk pelaksanaan yang tepat dari Order tersebut, serta untuk setiap kerugian yang disebabkan pihak tersebut terhadap tindakan Perusahaan Transportasi atau mitranya;

8.2.3. Perusahaan Transportasi bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan Order dan untuk kegiatan yang tidak terkait dengan Order. Pada saat yang sama, Layanan Maxim dapat bertindak sebagai penengah antara Perusahaan Transportasi dan pihak yang memberikan Order, dengan tujuan penyelesaian perselisihan tersebut.


9. Persyaratan khusus dan Batasan tanggung jawab

9.1. DENGAN DITERIMANYA PERSYARATAN DI SINI, PERUSAHAAN TRANSPORTASI MENYADARI BAHWA INFORMASI YANG DIA DITERIMA DALAM PELAKSANAAN ORDER INI, DIGUNAKAN SECARA MANDIRI, DALAM KEPENTINGAN SENDIRI DAN DI BAWAH TANGGUNG JAWAB KEPADA PENDAFTARAN UNTUK MENJADI SAMBUNGAN DENGAN PELANGGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA.

9.2. LAYANAN MAXIM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA KERUGIAN TERMASUK KEHILANGAN LABA PERUSAHAAN TRANSPORTASI YANG DISEBABKAN ADANYA CAMPUR TANGAN PIHAK KETIGA.

9.3. LAYANAN MAXIM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN, KEHILANGAN KEUNTUNGAN YANG DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN TRANSPORTASI SEBAGAI AKIBAT DARI PENGUNAAN BASIS DATA OLEH PERUSAHAAN TRANSPORTASI.

9.4. LAYANAN MAXIM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DIHADAPAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI ATAS TINDAKAN APAPUN DARI PIHAK KETIGA SEBAGAI HASIL DARI KEGIATAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI, TERMASUK KERUGIAN YANG TIMBUL KARENANYA.


10. Keadaan kahar

10.1. Dasar yang menjadi pembebasan dari tanggung jawab Para Pihak adalah keadaan kahar. Keadaan kahar yang dimaksud dalam Kesepakatan ini adalah keadaan yang ditentukan dalam sistem hukum Indonesia.

10.2. Pihak yang terkena keadaan kahar, wajib memberitahukan kepada Pihak lainnya secara tertulis (termasuk melalui faksimili) tentang jenis, kemungkinan durasi dan dampak terhadap kinerja yang dapat dicegah.

10.3. Apabila satu Pihak gagal dalam memberitahukan keadaan kahar tersebut, di masa yang akan datang tidak dapat berdalih untuk melepaskan tanggung jawab dari kewajibannya.


11. Kekayaan intelektual

11.1. Perusahaan Transportasi memiliki hak terbatas dalam penggunaan merek “Layanan Maxim” dan logo Maxim® untuk tujuan iklan dalam hal penempatan Order.

11.2. Perusahaan Transportasi memiliki hak untuk melakukan kegiatan, untuk nomor telepon promosi (iklan), dan cara lain pelaksanaan Order, khususnya dalam hal penempatan iklan dalam transportasi bergerak milik Perusahaan Transportasi. Untuk hal tersebut, Perusahaan Transportasi bertanggung jawab atas semua iklan (termasuk isi dan penempatannya) sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku.